Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 2 Nov 2014

DKPP Sudah Minimalisir Kouta Pengiriman Ternak


DKPP Sudah Minimalisir Kouta Pengiriman Ternak Perbesar

Taliwang, KOBAR – Pengiriman ternak bukan sekedar kebutuhan niaga, tetapi juga sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya penyelundupan ternak, sehingga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai pemilik ternak akan dirugikan nantinya, termasuk akan hilang nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah yang dilakukan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) tetap membuka kran permohonan izin pengiriman ternak, hanya saja tidak boleh secara sporadis atau dibatasi jumlah pengirimannya, bahkan dibawah standar yang diberikan pemerintah provinsi.

“Kami tetap memberikan izin pengiriman sesuai permohonan, namun yang diberlakukan saat ini adalah pembatasan jumlah pengiriman,” ucap sekretaris DKPP KSB, drh Hairul Jibril MM yang dikonfirmasi selasa 28/10 kemarin saat bersama kabid Peternakan, Kusmirin S.St

Masih penjelasan Hairul Jibril, pengiriman ternak saat ini hanya dilakukan sekali dalam seminggu dengan jumlah kisaran maksimal 60-70 ekor, sementara kouta yang diberikan pemerintah provinsi untuk KSB mencapai 2.500 ekor. “Jika dikalkulasi maka pengiriman yang dilakukan maksimal akan mencapai dibawah kouta, bahkan dalam seminggu itu ada aktifitas pengiriman dibatalkan,” lanjut Hairul Jibril.

Pembatalan pengiriman terjadi, dimana saat pengusaha hendak melakukan pengiriman, maka DKPP KSB harus melakukan pengecekan dokumen atau administrasi dan tekhnis. Jika dalam pengecekan itu tidak bisa dipertanggung jawabkan masalah administrasi, maka DKPP KSB tidak akan mengeluarkan rekomendasi pengirimannya. “Saya bisa pastikan bahwa seleksi dilakukan secara ketat, jadi kouta maksimal itu bisa saja tercapai, namun sering juga terjadi penolakan pemberian rekomendasi pengirimannya,” tandas Hairul Jibril.

Diingatkan Hairul Jibril, jumlah perusahaan yang bergerak pada bidang pengiriman ternak awalnya mencapai puluhan perusahaan, tetapi setelah diberlakukan seleksi ketat, maka banyak perusahaan yang tidak lagi beroperasi dan saat ini tersisa 10 perusahaan milik masyarakat lokal. “Pemeriksaan ketat salah satu solusi yang dilakukan pemerintah KSB, karena memang melarang atau tidak memberikan ijin bagi perusahaan yang telah melengkapai syarat pengiriman ternak adalah salah,” timpal Hairul Jibril sambil mengatakan sangat apresiatif atas kritikan dan masukan yang pernah disampaikan anggota DPRD KSB beberapa waktu lalu.

Menyinggung soal pasar ternak yang berada di kecamatan Poto Tano, Hairul Jibril mengakui jika belum bisa difungsikan secara maksimal, namun keberadaan fasilitas itu bukan sekedar menjadi pasar ternak, tetapi juga dapat difungsikan sebagai tempat penampungan ternak. “Bangunan yang ada di Tano itu bukan hanya berfungsi sebagai pasar ternak, tetapi juga sebagai tempat penampungan ternak,” jelasnya.

Untuk pemberlakuan sebagai tempat penampungan ternak, tempat itu telah memberikan kontribusi kepada daerah dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), dimana jumlahnya mencapai Rp. 100 juta. “Ada sumbangan pihak ketiga dengan pemanfaatan sebagai tempat penampungan ternak di pasar ternak Tano, jadi keberadaan bangunan itu tidak sia-sia, hanya saja fungsi sebagai pasar yang belum bisa dimaksimalkan,” akunya.

Hairul Jibril juga mengaku bahwa saat ini sedang mencari konsep yang bagus, sehingga lokasi itu bukan hanya berfungsi sebagai tempat penampungan, tetapi juga aktif sebagai pasar ternak. “Kami masih memikirkan konsep yang pas dan tepat, sehingga pasar ternak bisa beroperasi sebagai pasar ternak dan sebagai tempat penampungan ternak yang akan dikirim keluar daerah,” urainya lagi. (kimt)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 67
    DKPP KSB Batasi Pengiriman Ternak Ke Luar DaerahKusmirin: Tahun Ini Hanya 2.000 Ekor Taliwang, KOBAR - Perkembangan populasi ternak di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) cukup signifikan. Buktinya, mampu menjaga dan menjawab kebutuhan pasar setempat menyangkut masalah daging meskipun harus mengirimkan ribuan ekor ternak ke luar daerah untuk memenuhi permintaan pasar nasional. Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) melalui Kepala…
  • 48
    Penyakit Ngorok Mengancam Sumbawa BaratTaliwang, KOBAR - Meski hampir 13 Tahun lebih penyakit Antraks sudah tidak lagi menjangkiti ternak sapi dan kerbau, tetapi  Penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau yang sering dikenal sebagai penyakit ngorok justru menghantui Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pasalnya, Pada tahun 2014 lalu, penyakit tersebut menyerang sedikitnya 19 ekor ternak di Kecamatan Brang…
  • 47
    DKPP Masih Menerbitkan Izin Pengiriman TernakDinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) masih memberikan izin kepada perusahaan untuk melakukan pengiriman ternak ke pulau Lombok, hanya saja kouta yang dibatasi, mengingat juga jumlah perusahaan sebagai pelaku niaga ternak saat ini tersisa 10 perusahaan. **
  • 44
    Penjual Bantuan Ternak Akan DiblacklistTaliwang, KOBAR - Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP) Sumbawa Barat (KSB), mengingatkan kepada masyarakat penerima bantuan Bariri Ternak untuk tidak menjual atau memindahtangankan bantuan yang diterimanya kepada pihak lain. Kabid Peternakan, DPPP Sumbawa Barat, Kusmirin SSt, mengatakan, peringatan itu penting disampaikan kepada para penerima bantuan, untuk mengantisipasi penyelewengan bantuan yang…
  • 43
    Terindikasi, Distribusi Pupuk Mengalami “Kebocoran”Taliwang, KOBAR - Pendistribusian pupuk bersubsidi terindikasi ada “kebocoran” atau ada upaya sengaja mengalihkan penggunaan untuk kawasan lain, bahkan lebih parah didroping di kabupaten lain, karena dijanjikan harga lebih tinggi, sehingga petani di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dirugikan. “Kami akan membantu pemerintah untuk berupaya mendapatkan tambahan pupuk bersubsidi, namun sebelum hal…
  • 41
    Poto Tano Jadi Perhatian Pembangunan Tahun 2015Taliwang, KOBAR - Ada sejumlah program pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di kecamatan Poto Tano dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 mendatang, bahkan Bappeda sudah diminta untuk melakukan kajiannya. Bupati KSB, Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM mengakui jika ada beberapa program yag…
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB

12 Desember 2024 - 13:34

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB - Prakiraan Cuaca Nusa Tenggara Barat, Kamis 12 Desember 2024

Pilgub NTB: Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar

27 November 2024 - 19:46

Pilgub NTB Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar - Pengumuman KPU NTB

Pilgub NTB Sepi Peminat? 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa

20 September 2024 - 14:24

Pilgub NTB Sepi Peminat 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa - Kandidat Pilkada NTB

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN

4 September 2024 - 11:50

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN - Pahala Nainggolan

BMKG: Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

22 Agustus 2024 - 21:45

BMKG Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia - Gempa Sumbawa Barat

Pilkada NTB 2024: Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu

10 Agustus 2024 - 16:53

Pilkada NTB 2024 Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu - Mars Ansori Wijaya - Sekretaris KPU NTB
Trending di KOTA MATARAM