Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 28 Nov 2014

Warga Keluhkan Lambannya Pemerintah Sosialisasikan Rencana Pembangunan Smelter Mangan


Warga Keluhkan Lambannya Pemerintah Sosialisasikan Rencana Pembangunan Smelter Mangan Perbesar

Jereweh, KOBAR – Rencana pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk menetapkan Dusun Jelengah Desa Beru sebagai tempat pembangunan smelter (pengolahan) mangan sudah didengar oleh masyarakat, namun sampai saat ini belum ada sosialisasi, baik dari pemerintah maupun pihak perusahaan sebagai penanggung jawab kegiatan.

Pada prinsipnya, rencana pemerintah itu mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah Desa setempat, hanya saja harus dilihat lokasi pembangunannya, karena kalau merugikan atau bakal merusak areal persawahan, ada kemungkinan akan ditolak oleh masyarakat, jadi untuk mengetahui titik lokasi yang akan dipergunakan sebagai tempat pembangunan smelter, warga menunggu sosialisasi.

“Kami harap pemerintah melalui Bappeda untuk melakukan sosialisasi lebih awal atau sebelum ada penetapan lokasinya, agar masyarakat mengetahui lebih dahulu tentang lokasinya, jangan sampai lokasi yang ditetapkan itu justru akan merugikan masyarakat nantinya, karena akan berimbas pada penolakan oleh masyarakat,” ucap M Syahril selaku Kades Beru kecamatan Jereweh kepada media ini kemarin.

Masih keterangan Syahril, pertanyaan masyarakat yang muncul saat ini selain mengenai lokasi, juga masalah limbah yang dihasilkan dari beroperasinya mesin smelter yang dimaksud, karena di lokasi yang direncanakan awal, yaitu Tiu Teleku cukup berdekatan dengan areal persawahan milik masyarakat. “Intinya pemerintah segera melakukan sosialisasi tentang rencana lokasi, termasuk tekhnis pengoperasiannya, karena masyarakat ingin mendapatkan informasi detail, terutama masalah limbah yang dihasilkan nantinya,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu Syahril meminta kepada pemerintah untuk tidak berspekulasi atau langsung menetapkan lokasi pembangunan smelter sebelum melakukan sosialisasi sekaligus mencari dukungan masyarakat, agar program pengembangan investasi yang sedang ditingkatkan pemerintah tidak terkendala dengan adanya penolakan oleh masyarakat. “Memang masyarakat Desa Beru, terutama Jelengah sebagai lokasi incaran sangat mendukung program pemerintah itu, jika itu berkontribusi bagi masyarakat bukan sebaliknya akan merugikan masyarakat,” timpalnya.

Syahril juga memberikan apresiasi kepada pemerintah yang berencana menetapkan kawasan pembangunan perusahaan di Desa Beru, karena banyak dampak positif yang akan dirasakan masyarakat, diantaranya, terbukanya lowongan pekerjaan bagi masyarakat setempat, memacu peningkatan ekonomi masyarakat, terlebih akan merubah akses menuju Dusun Jelenga nantinya dan yang paling penting akan mempercepat pembangunan.

Syahril juga membantah adanya isu bahwa rencana lokasi pembangunan perusahaan smelter berdekatan dengan lokasi yang telah ditetapkan sebagai Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), karena memang diantara kedua lokasi itu cukup jauh jaraknya, jadi hal itu tidak akan menjadi kendala, namun yang paling penting saat ini adalah sosialisasi tentang lokasi dan limbah yang akan dihasilkan nanti apa tidak merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat.

Harapan untuk dilakukan sosialisasi juga didukung oleh Firmansyah SPd, MM selaku Camat Jereweh. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan informasi akurat tentang perusahaan tersebut, agar mereka tidak terprovokasi dengan isu sehingga berujung pada penolakan terhadap kegiatan investasi itu. “Saya yakin pemerintah pasti akan melakukan sosialisasi, jadi kita tunggu saja kapan akan digelar sosialisasi tersebut,” tandasnya.

Sejumlah masyarakat yang berada di lokasi itu menegaskan, jika rencana pembangunan perusahaan smelter mangan akan diterima, selama keberadaan perusahaan itu menguntungkan bagi masyarakat setempat, dan akan menolak jika memang akan merugikan, jadi saat ini masyarakat masih menunggu keterangan resmi mengenai lokasi, termasuk bentuk kontribusi yang akan dirasakan masyarakat dengan adanya pembangunan perusahaan itu.  (kimt)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 42
    Pembangunan Dermaga Labuhan Kertasari Melanggar Perda RTRWTaliwang, KOBAR - Rencana PT. Bumi Pasir Mandiri (BPM) dengan Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk membangun dermaga di Labuhan Kertasari tidak boleh diberikan rekomendasi, karena rencana itu akan melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Selain melanggar konstitusi, rencana itu juga ditentang oleh…
  • 40
    Ijin Ruang Pembangunan Smelter Mangan Belum DiberikanTaliwang, KOBAR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum mengeluarkan rekomendasi ijin pemanfaatan ruang kepada PT. Darwin Nusa Indonesia yang hendak membangun smelter mangan di wilayah Jelengah kecamatan Jereweh. Kepala Bappeda KSB, Dr Ir H Amry Rakhman MSi yang ditemui dalam ruang kerjanya mengatakan, belum diberikan ijin ruang itu bukan pemerintah…
  • 37
    Pemerintah Masih Kaji Ijin Perusahaan Smelter ManganTaliwang, KOBAR - Permohonan ijin pemanfaatan lokasi Dusun Jelengah Desa Beru yang diajukan PT Darwin Nusa Indonesia untuk dijadikan tempat pembangunan pabrik smelter (pengolahan) batu mangan belum diberikan oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), lantaran masih harus melakukan kajian terlebih dahulu. Akibat belum mengantongi ijin pemanfaatan lokasi, pihak perusahaan yang berencana…
  • 36
    Masyarakat Keberatan dengan Lokasi Incinerator RSUD dan Desak Pemerintah Tinjau UlangTaliwang, KOBAR - Masyarakat yang berada di sekitar pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) mengajukan keberatan atas lokasi pembangunan alat pengolahan (Incinerator) limbah bahan berbahaya dan beracun infeksius milik RSUD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang berada di Lang Sesat. Keberatan itu disampaikan saat acara sosialisasi yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan (Dikes)…
  • 35
    MA NW Temempang Desak Pemerintah Perbaiki Akses Jalan Menuju SekolahTaliwang, KOBAR - Puluhan guru dan siswa Madrasah Aliyah (MA) Temempang Kecamatan Taliwang mengeluhkan kondisi jalan menuju lokasi sekolah. Terlebih Akses jalan itu akan sulit dilalui manakala musim hujan mendatang, sehingga berharap ada perhatian serius pemerintah untuk melakukan perbaikan. Kepala Sekolah (Kepsek) MA NW Temempang, Supardi SPd, kepada media ini menuturkan,…
  • 33
    Warga Tolak Ijin Pembangunan Dermaga KertasariTaliwang, KOBAR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diminta untuk meninjau kembali rencana pemberian ijin pembangunan dermaga di Labuhan Kertasari, karena masyarakat menolak keberadaan dermaga yang akan mengganggu keberlangsung aktifitas warga. Penolakan masyarakat itu lantaran ada persepsi bahwa pembangunan dermaga akan mengganggu aktifitas budidaya rumput laut, termasuk kegiatan nelayan. Takut terganggu,…
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB

12 Desember 2024 - 13:34

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB - Prakiraan Cuaca Nusa Tenggara Barat, Kamis 12 Desember 2024

Pilgub NTB: Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar

27 November 2024 - 19:46

Pilgub NTB Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar - Pengumuman KPU NTB

Pilgub NTB Sepi Peminat? 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa

20 September 2024 - 14:24

Pilgub NTB Sepi Peminat 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa - Kandidat Pilkada NTB

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN

4 September 2024 - 11:50

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN - Pahala Nainggolan

BMKG: Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

22 Agustus 2024 - 21:45

BMKG Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia - Gempa Sumbawa Barat

Pilkada NTB 2024: Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu

10 Agustus 2024 - 16:53

Pilkada NTB 2024 Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu - Mars Ansori Wijaya - Sekretaris KPU NTB
Trending di KOTA MATARAM