Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 6 Des 2014

Harga Beras Meroket, Warga Miskin Minta Pemerintah Gelar Pasar Murah


Harga Beras Meroket, Warga Miskin Minta Pemerintah Gelar Pasar Murah Perbesar

Taliwang, KOBAR – Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi cukup dirasakan masyarakat miskin. Harga bahan pokok seperti beras sudah menembus angka Rp 11.000 perkilo. Hal ini membuat masyarakat miskin semakin terpuruk.

Suriah, salah seorang warga kurang mampu di Kecamatan Taliwang mengaku cukup kesulitan untuk  memenuhi kebutuhan hidup sehari harinya, akibat tingginya harga jual bahan pokok terutama beras.

Janda jompo yang hidup sebatangkara sejak ditinggal mati suaminya puluhan tahun lalu itu hanya pasrah dengan keadaan. Pasalnya, diusianya yang sudah senja ini, dia sudah tidak mampu lagi bekerja sebagaimana layaknya orang lain. “Kalau tidak ada uang untuk beli beras, saya mau puasa aja,” ungkapnya sembari meneteskan air mata.

Suriah mengakui jika dirinya mendapatkan bantuan dari pemerintah yang diambilkan dari kompensasi BBM, namun uang sebesar Rp. 400 ribu itu dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun dirinya tetap bersyukur dapat bantuan, tetapi akan lebih terbantukan jika pemerintah melaksanakan program yang membuat masyarakat miskin bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasaran.

Sementara Sumarni, warga kuang, mengatakan, tingginya harga bahan pokok tersebut sebenarnya bisa ditekan oleh pemerintah dengan melakukan Operasi Pasar Murah (OPM), karena dengan cara itu akan membantu masyarakat miskin untuk mendapatkan bahan pokok kebutuhan dengan harga jauh lebih murah dari harga pasar. “Kami berharap pemerintah menggelar OPM guna menekan harga sembako, terutama harga jual beras,” harapnya. (kimt)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 47
    Warga Miskin Mulai Terima Dana Kompensasi BBMTaliwang, KOBAR - Antrian warga miskin yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah mulai terlihat sejak pagi di kantor pos Taliwang untuk menerima dana kompensasi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pembagian dana yang merupakan program Simpanan Keluarga Sejahtera (PKSK) berjalan lancar, karena sistem pembagian yang telah diatur dan…
  • 45
    Harga Beras Belum Stabil, Pemerintah KSB Desak Bulog Gelar Operasi PasarTaliwang, KOBAR - Pada pemantauan harga pasar yang dilakukan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perindagkop dan UMKM) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), pekan kemarin, masih ditemukan harga jual beras jenis medium terjual cukup tinggi di pasaran. Meskipun beberapa hari terakhir sudah mulai turun, tetapi harga beras masih jauh diatas harga eceran…
  • 35
    Harga Bahan Pokok Tidak Stabil“Diduga Ada Spekulan Yang Bermain” Taliwang, KOBAR - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Sumbawa Barat diminta untuk dapat melakukan operasi pasar dan pengawasan terhadap harga sembako di sejumlah pasar tradisional saat bulan ramadhan ini. Pengawasan terhadap harga sembako ini perlu dilakukan untuk menjamin harga kebutuhan pokok masyarakat tetap stabil di…
  • 34
    BBM Belum Naik, Harga Sudah Mencekik. Kapan Razia dan OP Digelar ?Belum juga rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diputuskan, harga-harga pangan di pasar sudah mulai mencekik. Harga beras, misalnya, makin liar tak terkendali. Beras kualitas biasa saja bisa sampai RP 9.000 per kilogram. Padahal, ini adalah beras yang dikonsumsi masyarakat kebanyakan, bukan kaum berduit yang biasanya menggunakan beras…
  • 34
    Warga Miskin Mengaku Terbantukan Program JambanisasiKetua Tim: Pemilihan Sasaran Bersih dari Unsur Politis dan Bebas KKN Brang Ene, KOBAR - Kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dibawah tampuk kepemimpinan dwi tunggal, Dr Ir H W Musyafirin MM dan Fud Syaifuddin ST, patut diapresiasi. Pasalnya, sejak resmi menjabat sebagai pucuk pimpinan daerah, keduanya langsung meluncurkan Program Jambanisasi…
  • 34
    Soal Pilkada Sumbawa, Perdebatan Para Elit Diminta Bahas Kepentingan RakyatSumbawa, KOBAR - Terkait Dinamika Politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumbawa, Pengamat Hukum Universitas Samawa (UNSA) Dr. Lahmuddin Zuhri mengatakan, bahwa politik adalah seni dan cara pempengaruhi orang, termasuk kekuasaan adalah intrumentnya. Hanya saja, perdebatan elit sebaiknya di kerucutkan kepada persoalan yang dibutuhkan rakyat, dan bukan kepentingan kelompok. "Kita ketahui…
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB

12 Desember 2024 - 13:34

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB - Prakiraan Cuaca Nusa Tenggara Barat, Kamis 12 Desember 2024

Pilgub NTB: Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar

27 November 2024 - 19:46

Pilgub NTB Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar - Pengumuman KPU NTB

Pilgub NTB Sepi Peminat? 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa

20 September 2024 - 14:24

Pilgub NTB Sepi Peminat 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa - Kandidat Pilkada NTB

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN

4 September 2024 - 11:50

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN - Pahala Nainggolan

BMKG: Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

22 Agustus 2024 - 21:45

BMKG Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia - Gempa Sumbawa Barat

Pilkada NTB 2024: Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu

10 Agustus 2024 - 16:53

Pilkada NTB 2024 Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu - Mars Ansori Wijaya - Sekretaris KPU NTB
Trending di KOTA MATARAM