Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 5 Mar 2015

Pemerintah KSB Bakal Gandeng Newmont di Divestasi Terakhir


Pemerintah KSB Bakal Gandeng Newmont di Divestasi Terakhir Perbesar

Kyai Zul: Formulanya Seperti Pukuafu

Taliwang, KOBAR – Terkait proses divestasi saham milik PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang belum rampung sebesar 7 persen. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sangat berambisi untuk menjadi pemilik saham, sehingga meminta dukungan perusahaan untuk memuluskan hasrat tersebut.

Untuk mendapatkan saham tersebut, Bupati KSB, Dr KH Zulkifli Muhadli SH MM, sudah melakukan berbagai upaya, termasuk sempat menyampaikan harapannya, saat diberikan kesempatan bicara di rapat kerja Presiden dan wakil presiden bersama para bupati se-Indonesia, beberapa waktu lalu, termasuk di hadapan Menteri yang diberikan kewenangan untuk membahas masalah proses divestasi, apalagi kepada pemerintah provinsi sudah sering disampaikan bahwa saham 7 persen itu harus menjadi milik Bumi Pariri Lema Bariri.

“Saya sudah melangkah jauh untuk dapat melakukan akuisisi sisa saham tersebut, jadi saya sangat berharap mendapat dukungan semua pihak, terutama dukungan dari pihak perusahaan, agar saham itu menjadi hak KSB sebagai bentuk kompensasi sebagai kabupaten penghasil,” tegas Kyai Zul, sapaan akrab Bupati dua periode itu.

Kyai Zul mengakui bahwa untuk mendapatkan saham itu membutuhkan dana yang cukup besar, tetapi kalau perusahaan memberikan dukungan kepada pemerintah KSB, maka bisa diakuisisi dengan formula yang pernah dilakukan perusahaan terhadap PT Pukuafu, dimana pembayaran atas akuisisi saham bisa dilakukan dengan pemotongan deviden yang diterima setiap tahun. “Intinya dukungan perusahaan terhadap KSB sangat dibutuhkan untuk mengakuisisi saham divestasi tersebut,” lanjutnya.

Jika formula pemotongan divestasi tidak bisa disetujui oleh pihak perusahaan, maka pemerintah KSB siap untuk mencari mitra penyedia dana untuk melakukan akuisisi. “Banyak formula yang bisa dilakukan untuk mengakuisisi saham tersebut, intinya, bagaimana agar saham tersebut disepakati diberikan kepada pemerintah KSB. Kesepakatan itu yang sedang diperjuangkan sekarang ini,” tukasnya.

Bupati KSB yang akan berakhir masa jabatannya pada Agustus mendatang itu sangat berharap bahwa akuisisi saham itu menjadi kado terakhir dirinya menjadi kepala daerah, apalagi dengan kepemilikan saham itu akan membantu percepatan pembangunan di Bumi Pariri Lema Bariri ini. “Sampai saat ini kita belum mendapatkan apapun dari aktifitas pengerukan di Batu Hijau itu, sementara setiap tahun triliunan rupiah hasil sumber daya alam yang dikeruk, jadi divestasi 7 persen itu diharapkan jadi hadiah kepada masyarakat KSB,” tandasnya.

Kyai Zul tidak membantah jika banyak komponen yang memiliki keinginan untuk mendapatkan saham tersebut, sehingga dirinya meminta ada perhatian khusus kepada KSB selaku kabupaten penghasil, apalagi kalau semua pihak berlomba untuk melakukan akuisisi, maka proses akuisisi akan terus molor.

Menyinggung soal saham yang diakuisisi bersama dengan PT Multi Capital dengan membentuk PT Multi Daerah Bersaing (MDB), diakui Kyai Zul sedang dalam proses penagihan terhadap kewajiban atas dividen, karena perusahaan patungan bersama itu dianggap lalai sampai tidak memberikan hak masing-masing daerah yang menjadi pemilik atas saham tersebut. “Saat ini, pemerintah Provinsi, KSB dan Sumbawa terus mendesak untuk dilakukan pembayaran atas hak pemerintah tersebut,” urainya.

Tidak dibantah Kyai Zul jika saham yang menjadi milik pemerintah KSB dalam konsorsium itu akan dijual. Mekanisme penjualan masih dalam evaluasi dan kajian yang dilakukan tim bentukan bersama antara pemerintah anggota konsorsium. “Kalau proses rampung, maka saya akan menawarkan saham itu untuk dijual, karena pemerintah KSB ingin lebih berkonsentrasi untuk mendapatkan saham divestasi terakhir sebesar 7 persen itu,” tukasnya. (kimt)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 68
    Bupati KSB Sambut Baik PTNNT Cabut Gugatan ArbitraseTaliwang, KOBAR - Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM menyambut baik sikap PT Nusa Tenggara Partnership BV (NTPBV), pemegang saham mayoritas PTNNT yang meminta penghentian dan penarikan tuntutan arbitrase yang  diajukan ke International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID), yang berkaitan dengan pembatasan ekspor dan…
  • 63
    Bupati KSB Ngotot Miliki Saham 7 Persen NewmontBupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli SH MM, akan berupaya maksimal untuk mendapatkan 7 persen saham milik PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang menjadi divestasi terakhir. Untuk merealisasikan keinginan itu, Bupati meminta dukungan perusahaan asal negeri paman sam itu, karena untuk mengakuisisi saham tersebut dibutuhkan dana triliunan…
  • 55
    Newmont Sangat KeterlaluanTaliwang, KOBAR - Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM menilai PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) bersikap keterlaluan. Buktinya, disaat proses negosiasi justru mengajukan gugatan kepada pemerintah melalui jalur arbitrase. Langkah yang dilakukan perusahaan asal paman sam itu memang diatur dalam undang-undang, tetapi jalur itu tidak perlu…
  • 55
    Bakal Batal Dipamerkan Kantor Berjalan Bupati KSBTaliwang, KOBAR - Bus yang akan menjadi kantor berjalan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bakal batal dipamerkan pada saat perayaan Hari Lahir (Harla) pada 20 Nopember 2014 mendatang, karena informasi yang diterima media ini, proses tender gagal dilaksanakan. Konsep bus seperti yang dipergunakan Bupati KSB saat mencalonkan diri sebagai calon Gubernur…
  • 51
    Kecewa dengan PTMDB, Kyai Zul Pilih Opsi Jual Saham NewmontTaliwang, KOBAR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan pemerintah Kabupaten Sumbawa diketahui telah menggandeng PT Multicapital untuk membentuk PT Multi Daerah Bersaing (PTMDB) yang dipergunakan untuk mengakuisisi divestasi saham milik PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) sebesar 24 persen. Untuk bisa mengatur pembagian hasil…
  • 51
    Pemerintah Bersiaga Hadapi Ancaman PHK di NewmontTaliwang, KOBAR - Penundaan pengembangan fase ketujuh kegiatan operasional PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) nampaknya akan berdampak terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, tidak hanya bagi perusahaan itu tetapi juga karyawan di sejumlah Sub kontraktor. Hal ini membuat Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Sumbawa Barat mengambil ancang-ancang menyiapkan langkah antisipasi.…
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB

12 Desember 2024 - 13:34

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB - Prakiraan Cuaca Nusa Tenggara Barat, Kamis 12 Desember 2024

Pilgub NTB: Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar

27 November 2024 - 19:46

Pilgub NTB Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar - Pengumuman KPU NTB

Pilgub NTB Sepi Peminat? 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa

20 September 2024 - 14:24

Pilgub NTB Sepi Peminat 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa - Kandidat Pilkada NTB

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN

4 September 2024 - 11:50

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN - Pahala Nainggolan

BMKG: Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

22 Agustus 2024 - 21:45

BMKG Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia - Gempa Sumbawa Barat

Pilkada NTB 2024: Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu

10 Agustus 2024 - 16:53

Pilkada NTB 2024 Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu - Mars Ansori Wijaya - Sekretaris KPU NTB
Trending di KOTA MATARAM