Taliwang, KOBAR – Kebutuhan pangan masyarakat menjelang bulan Ramadhan pasti meningkat, namun tidak akan membuat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) krisis pangan, apalagi produksi hasil pertanian sebelum ramadhan cukup tinggi, sehingga bisa dipastikan bahwa stok pangan selama ramadhan tercukupi.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K), Ir Mansyur Sofyan MM, yang dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok pangan, karena pemerintah telah mengantisipasi jauh hari sebelumnya dan masalah krisis pangan tidak pernah dirasakan selama ini, lantaran KSB termasuk daerah penghasil pangan.
Masih keterangan Mansyur Sofyan, hasil analisa sementara yang dilakukan, stok pangan yang tersedia sampai menjelang lebaran juga tidak ada persoalan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir sampai meningkatkan pembelian. “Saya bisa pastikan stok pangan aman sampai lebaran mendatang, jadi bukan hanya menjelang puasa,” tukasnya.
Dibeberkan Mansyur Sofyan, panen pada musim tanam pertama beberapa waktu lalu di atas lahan sekitar 11.000 hektar, jika dirata-ratakan jumlah produksi lima ton per hektar, maka terdapat lebih dari 55 ribu ton total produksi. Dari survey yang dilaksanakan BKP5K belum lama ini, disimpulkan tidak ada wilayah di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang masuk kategori rawan pangan.
“Produksi pada musim tanam satu masih berlimpah. Sekarang di musim tanam kedua, sudah ada sebagian yang panen dan sebagian besar padi sudah memasuki masa berbuah. Hal itu yang membuat saya bisa memastikan jika stok pangan aman,” lanjutnya lagi.
Selain memastikan ketersediaan stok pangan, BKP5K menurut Mansyur juga intens melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok. Diakuinya dalam beberapa hari terakhir, harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Tetapi kenaikan tersebut masih dalam batas kewajaran. “Sayur mayur, seperti cabai bawang dan tomat, bahkan cenderung turun, sementara daging dan beras masih normal,” urainya. (kimt)
About The Author
Trending di KOBARKSB.com
- 51
“3 Pedagang Kantongi Izin Polda" Taliwang, KOBAR - Jajaran Polisi Pamong Praja (Pol-PP) sudah mulai melakukan razia terhadap peredaran petasan atau kembang api yang menyebabkan letusan baik di udara maupun di darat. Razia itu dilakukan pada malam pertama bulan Ramadhan. Gerak cepat Pol PP dibantu Polres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), berhasil… - 50
Taliwang, KOBAR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menerima kedatangan perwakilan kedutaan besar Polandia, termasuk telah menyampaikan beberapa hal terkait potensi perekonomian dan pertanian dalam arti luas, sebagai informasi awal dalam rangka rencana kerjasama. Kepala Bappeda KSB, Dr Ir H Amry Rakhman MSi, kepada media ini mengatakan, pertemuan yang dilaksanakan dalam… - 49
Taliwang, KOBAR - Rapat untuk membahas keputusan tentang tapal batas dilaksanakan di ruang rapat Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa (KS), perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), pihak dari pemerintah provinsi NTB dengan menghadirkan Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Ditjen Pemerintahan Umum Kemendagri. Rapat yang… - 49
Taliwang, KOBAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan masih belum menyelesaikan piutang Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2016 lalu kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dari sekitar Rp 43 miliar lebih piutang DBH yang dimiliki, Pemprov baru hanya membayar setengah dari besaran piutang itu. Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan… - 48
Taliwang, KOBAR - Laporan yang diterima Dinas Kebudayaan Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) dari sejumlah sekolah, termasuk hasil kros cek lapangan menemukan, distribusi buku penunjang pelaksanaan Kurikulum tahun 2013 (K-13) masih bermasalah, bahkan ada sekolah yang belum sama sekali menerima buku dimaksud. Kabid Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi (Dikmenti), Aku Nurahmadin… - 48
Taliwang, KOBAR - Pendistribusian pupuk bersubsidi terindikasi ada “kebocoran” atau ada upaya sengaja mengalihkan penggunaan untuk kawasan lain, bahkan lebih parah didroping di kabupaten lain, karena dijanjikan harga lebih tinggi, sehingga petani di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dirugikan. “Kami akan membantu pemerintah untuk berupaya mendapatkan tambahan pupuk bersubsidi, namun sebelum hal…
Komentar