Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 22 Feb 2016

Berlarut-larut, Polemik Tambang Galian C Menanti Sikap Bupati


Berlarut-larut, Polemik Tambang Galian C Menanti Sikap Bupati Perbesar

“Warga Lampok Mulai Gerah, dan Merasa Terjajah”

Brang Ene, KOBAR – Upaya mempertemukan masyarakat Kecamatan Brang Ene yang terdampak kegiatan galian C yang dilakukan PT Pinayungan di Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, nampaknya tidak digubris perusahaan. Beberapa kali masyarakat menyampaikan keluhannya atas keberadaan aktivitas penambangan batu dan pasir itu, tidak membuat Pinayungan bergeming. Masyarakat tidak ingin terjadi gesekan horizontal yang disebabkan sikap tak mau tahu pihak perusahaan, sehingga melakukan berbagai cara guna mencapai kata sepakat kedua belah pihak. Termasuk meminta pemerintah Kecamatan untuk mewadahi pertemuan masyarakat dengan pihak Pinayungan.

Hasil pantauan KOBAR, perusahaan belum memperlihatkan itikad baik, malah semakin mengebut seluruh aktivitas galian C dan perluasan area pengerukan serta pembukaan area baru pabrik pemecah batu yang dimiliki. Padahal masyarakat merasa, seluruh cara baik telah ditempuh agar perusahaan segera mengajak warga masyarakat Brang Ene yang terdampak langsung dengan aktivitasnya berdialog, namun sampai proses pengerukan sungai semakin luas, perusahaan ini belum melakukan upaya apapun.

“Kami merasa dijajah dengan keberadaan Pinayungan ini, seolah-olah sikap kemanusiaan perusahaan ini telah hilang demi kepentingannya sendiri,” ungkap Muhammad, (43), salah seorang warga Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene.

Dikatanya, dengan tidak adanya respon sedikit pun dari perusahaan yang disinyalir belum memiliki izin galian C dan penggunaan lahan kehutanan ini, mengisyaratkan ada pihak yang membekingi perusahaan secara terstruktur, sehingga dengan sikap membusungkan dada menganggap suara masyarakat hanyalah angin lalu tanpa makna.

“Kami tidak menuduh, tapi kami yakin ada pihak-pihak yang melindungi kepentingan perusahaan untuk tidak menggubris keluhan masyarakat,” ungkapnya.

Semakin hari, masyarakat merasa tidak nyaman dengan kondisi jalan rusak dan terdapat banyak tumpahan material di tengah jalan yang sengaja dibiarkan truk pengangkut.

“Jalannya semakin tidak nyaman dengan keadaan rusak serta banyak pasir berceceran di mana-mana,” timpalnya.

Ia bahkan mengaku merasa terancam melewati kawasan sendiri dengan kondisi jalan rusak. Truk-truk perusahaan pun semakin brutal dengan melaju di atas kecepatan normal, sehingga mengancam seluruh pengendara yang melewati area perusahaan.

“Kami sangat takut akan keselamatan kami, apalagi truk yang melintas melaju kencang di jalan yang sempit,” tambahnya.

Masyarakat Brang Ene secara umum berharap ada perhatian dari pemerintahan KSB yang baru. Masyarakat berharap, Bupati dan Wakil Bupati baru dapat mendengar keresahan masyarakat. Sehingga janji pelayanan yang didengungkan tidak sekedar janji.

“Kami yakin Pemimpin baru KSB akan mendengarkan keluhan kami dengan bijak, kami hanya ingin merasa aman dan nyaman di rumah kami sendiri,” demikian Muhammad. (krom)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 55
    Pemerintah Bungkam, Aktifitas Galian C di Lampok Banjir KecamanBrang Ene, KOBAR - Tidak adanya informasi yang jelas mengenai status keberadaan proyek galian C yang berada di Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, membuat masyarakat bertanya-tanya, mengapa pemerintah Kabupaten, pemerintah Kecamatan bahkan Pemerintah Desa pun tidak menginformasikan status keberadaannya kepada masyarakat?, semuanya hampir dibilang bungkam seribu bahasa. Apalagi, proyek yang disinyalir…
  • 51
    PTSAL Beroperasi Tanpa Permisi“Ratusan Hektar Areal Hutan Digarap” Brang Ene, KOBAR - Aktifitas penanaman dan pengembangan tanaman jabon dan sengon, serta pengembangan sapi, yang dilakukan PT Segarang Alam Lestari (PTSAL) di Lang Lepok, Desa Mujahiddin, Kecamatan Brang Ene, diprotes warga. Pasalnya, perusahaan tersebut dianggap tak pernah melaporkan rencana kehadirannya kepada Pemerintah Desa setempat. “Mereka…
  • 49
    Jembatan Tergerus, Jalan Mura-Lampok Terancam PutusBrang Ene – Tingginya curah hujan di beberapa wilayah belakangan ini, termasuk di wilayah Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, ternyata mengakibatkan tergerusnya dua jembatan penghubung antara Desa Mura dan Desa Lampok. Salah satu tokoh pemuda Desa Mura, Tabrani (29), menjelaskan, tergerusnya dua jembatan tersebut, sangat berpotensi untuk memutus akses…
  • 48
    Bendera Perang Untuk Aktivitas Galian CMasalah penambangan galian C di wilayah Kecamatan Brang Ene terbilang kompleks dan dibiarkan berlarut-larut. Saban hari masyarakat setempat selalu mengeluh terhadap operasionalnya yang telah merusak lingkungan dan mengganggu. Meski berkali-kali masyarakat menyuarakan kebosanannya atas adanya aktifitas itu, Pemerintah selalu berdalih, penambangan itu penopang utama aktifitas pembangunan di bumi pariri lema…
  • 48
    UD Pinayungan Dituntut Angkat Kaki Dari Desa Lampok“Ijin Kelola Tata Ruang Tidak Dimiliki” Brang Ene, KOBAR - Puluhan Warga Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menolak Perusahaan tambang galian C (UD Pinayungan) beroperasi. Hal itu dituangkan dalam surat yang ditujukan kepada Bupati Sumbawa Barat. Dalam surat yang ditandatangani puluhan orang itu, meminta agar aktifitas…
  • 47
    Keberadaan Crusher di Desa Lampok Diprotes Warga“Tiba-tiba Ada, Setelah Lama Menghilang” Brang Ene, KOBAR - Operasional mesin pencacah batu (Crusher) di sebelah utara Kabupaten Sumbawa Barat, persisnya di Desa Lampok Kecamatan Brang Ene, dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, warga merasakan ketidaknyamanan akibat suara bising yang ditimbulkan mesin itu. Lokasi berdirinya Crusher juga ditengarai melanggar ketentuan, yakni berdiri kurang 5…
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB

12 Desember 2024 - 13:34

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB - Prakiraan Cuaca Nusa Tenggara Barat, Kamis 12 Desember 2024

Pilgub NTB: Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar

27 November 2024 - 19:46

Pilgub NTB Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar - Pengumuman KPU NTB

Pilgub NTB Sepi Peminat? 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa

20 September 2024 - 14:24

Pilgub NTB Sepi Peminat 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa - Kandidat Pilkada NTB

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN

4 September 2024 - 11:50

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN - Pahala Nainggolan

BMKG: Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

22 Agustus 2024 - 21:45

BMKG Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia - Gempa Sumbawa Barat

Pilkada NTB 2024: Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu

10 Agustus 2024 - 16:53

Pilkada NTB 2024 Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu - Mars Ansori Wijaya - Sekretaris KPU NTB
Trending di KOTA MATARAM