Taliwang, KOBAR – Aksi penipuan melalui Short Message Service (SMS) dan Telpon kian marak terjadi. Modusnya pun cukup menghentak, yakni dengan mengatasnamakan lembaga tinggi negara. Hanya dengan berpura-pura menanyakan alamat email, korban terhipnotis dan pelaku menguras habis isi rekening korbannya.
Hal ini nyaris menimpa, MH, salah seorang karyawan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumbawa Barat, sekitar sepekan lalu.
MH menceritakan, awalnya ia mendapat telpon dari nomor yang tidak terdaftar di HP nya. Telepon pun diterima dan pelaku bertanya, apakah alamat email PDAM masih sama seperti dulu.
“Saya langsung mengiyakannya dan balik bertanya keperluannya apa. Si Penelpon pun menjawab kalau ia dari BPK dan mengaku jika ada surat undangan penting yang harus dihadiri pihak PDAM,” cerita MH.
Karena penasaran, MH langsung memerintahkan salah seorang stafnya membuka email kantor, dan memang menemukan ada surat dari BPK.
“Surat berisi undangan pelatihan Konsultasi Publik 2016, Bimtek Internal Audit dan Pembangnan Karakter Bangsa yang ditujukan kebagian Keungan PDAM,” terangnya.
Namun lanjut MH, setelah diteliti tema pelatihan tidak nyambung dengan isi surat. Ia curiga jika itu aksi penipuan yang mengatasnamakan pihak BPK. Apalagi hal serupa pernah terjadi sebelumnya, tetapi atas nama Lembaga yang berbeda.
“Untuk memastikan apakah itu aksi penipuan, saya lantas menghubungi salah satu hotel di Jakarta sebagai tempat yang ditunjuk pelaku untuk melaksanakan kegiatan. Betul saja, pihak hotel mengkonfirmasi balik tidak ada ruangan yang dibooking pihak BPK sebagai tempat penyelenggaraan pelatihan,” bebernya.
Meski sudah mengetahui itu aksi penipuan, MH tetap mengikuti perintah si pelaku. Ia beralasan ingin tahu lebih jauh bagaimana cara si pelaku melakukan aksinya.
Pelaku memerintahkan untuk mendaftarkan Nama, Alamat Instasi, dan No Rekening. Setelah itu, dengan bahasa dan tutur kata bak seorang pejabat BPK, si pelaku kembali menyampaikan jika dalam kegiatan itu disediakan uang transport sebesar Rp 10 juta.
Pelaku kemudian mengarahkan untuk pergi ke ATM guna mengambil uang tersebut. Tapi sebelum proses transfer dilakukan, si pelaku mengingatkan, karena itu uang negara maka harus dipertanggungjawabkan secara bersama-sama dan meminta agar dalam proses pencairannya mengikuti petunjuk yang disampaikan. Pertama masukan ATM, tekan Indonesia, pilih menu lain dan tekan transfer.
“Disinilah baru ketahuan, saharusnya ia yang melakukan transfer tapi malah mengarahkan saya untuk melakukan transfer. Mereka cerdik, dengan bahasa dan tutur kata yang baik mereka mampu memperdayai korbannya,” demikian MH. (ktas)
About The Author
Trending di KOBARKSB.com
- 32
Taliwang, KOBAR - Sejumlah hukum masjid di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendatangi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) untuk meminta informasi kebenaran adanya permintaan uang sebagai kompensasi untuk mendapatkan bantuan pembangunan Masjid sebesar Rp 150 juta. Kabid Sosial, Manurung SPd, kepada sejumlah wartawan mengaku bahwa sesuai penjelasan yang disampaikan sejumlah… - 31
“Bahaya Laten Narkoba di Depan Mata” Taliwang, KOBAR - Maraknya kasus peredaran narkoba di Sumbawa Barat menjadi perhatian serius semua pihak. Pasalnya dalam sebulan terakhir telah terjadi beberapa kasus penangkapan bandar dan pengguna narkoba oleh Polisi. Pelakunya mulai dari kalangan pelajar hingga remaja usia produktif. Lokasi peredarannyapun tidak hanya di dalam… - 30
Taliwang, KOBAR - Kepolisian Resort (Polres) Sumbawa Barat terus melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan pungutan liar (Pungli) yang melibatkan salah seorang oknum pegawai di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumbawa Barat. Saat ini oknum tersebut bahkan tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif. Ketua Satgas Saber Pungli Sumbawa Barat, Kompol I Nengah Martawan… - 30
“Disandang Selama 3 Tahun Berturut-turut” Taliwang, KOBAR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, kembali berhasil meraih penghargaan opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pemeriksaan laporan keuangan tahun anggaran 2016. Pencapaian ini merupakan kali ketiga setelah sebelumnya juga mengantongi predikat yang sama atas laporan keuangan tahun…
Komentar