Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 8 Agu 2016

Komisi Penyiaran Minta Masyarakat Kritisi Siaran TV


Komisi Penyiaran Minta Masyarakat Kritisi Siaran TV Perbesar

KPID NTB: Publik Jangan Mau Hanya Dijadikan Objek

Taliwang, KOBAR – Menyikapi pengaruh media televisi dan radio yang sangat besar terhadap masyarakat. Apalagi kini didukung kecanggihan teknologi, radio dan TV secara masif mampu menjangkau semua kalangan, bahkan daerah terpencil sekalipun. Celakanya, media TV dengan dalih bisnis, kerap tidak mengindahkan bobot konten yang disajikan ke publik. Sehingga masyarakat diminta agar lebih arif dan kritis terhadap produk yang ditayangkan media Televisi dan radio. Tak pelak, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan gencar mengedukasi warga bumi gora terkait sistem penyiaran di Indonesia. Tak terkecuali masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Bertempat di aula Hotel Andi Graha, Taliwang, pekan kemarin, KPID NTB menggelar sosialisasi tentang literasi media, yang difasilitasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) KSB, dengan mengundang sejumlah elemen masyarakat, dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST, yang sekaligus membuka acara tersebut.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan Masyarakat KSB yang Cerdas dan Sadar Media”,  KPID NTB menghadirkan empat pembicara, yakni, Sukri Aruman, ketua KPID NTB, Maryati, wakil ketua KPID NTB, Syuhada, anggota KPID NTB bidang pengawasan, dan Agus Irawan Syahmi, budayawan KSB.

Ketua KPID NTB, Sukri Aruman, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan sosialisasi ini dalam rangka memulihkan pengetahuan dasar masyarakat mengenai sistem penyiaran yang berlaku di Indonesia. Sehingga ke depan, masyarakat tidak sekedar menjadi obyek tetapi juga menjadi kritis dan partisipatif dalam kegiatan penyiaran.

“Kita ingin memberikan gambaran bahwa masyarakat dengan keberadaan KPI dan KPID di tingkat daerah, punya fungsi dan tugas, juga turut mengawasi media penyiaran yang ada,” paparnya.

Saat ini kata dia, pengaruh media televisi dan radio sangat besar terhadap masyarakat. Didukung kecanggihan teknologi, radio dan TV secara masif mampu mempengaruhi masyarakat. Celakanya, media penyiaran dengan dalih bisnis, kerap tidak mengindahkan konten-konten yang disajikan ke masyarakat.

“Media penyiaran sekarang ini dalam menayangkan acara bukan karena berdasar kebutuhan masyarakat, tapi lebih cenderung ke reting dari acara tersebut,” keluhnya.

Dengan kondisi tersebut, pada akhirnya masyarakat selaku konsumen dituntut bijak dalam menyerap acara yang disiarkan media penyiaran televisi dan radio. Dan kehadiran KPI dan KPID di tingkat daerah berguna untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait konten-konten yang disiarkan media penyiaran, agar tidak keluar dari kaidah dan aturan yang berlaku.

“Masyarakat jadilah penonton cerdas dan filter secara ketat setiap siaran. Dan paling penting laporkan ke kami kalau ada kemudian konten-konten yang disiarkan menyalahi aturan,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Bupati, Fud Syaifuddin ST, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan KPID NTB itu. Menurutnya, KPID harus memberikan penjelasan sedetail mungkin mengenai fungsi dan kewenangannya kepada masyarakat. Mengingat lembaga independen ini sebagai garda terdepan dalam mengatur sistem penyiaran di daerah.

“Kami minta sosialisasi seperti ini terus digalakkan,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup menyinggung betapa pergeseran sistem penyiaran serta konten yang disampaikan media penyiaran sangat bebas dewasa ini. Sehingga masyarakat mau tidak mau harus mampu memilih dan memilah secara cerdas setiap siaran baik yang didengar melalui Radio dan ditonton di layar kaca.

“Sekarang banyak acara anak-anak, tapi kontennya dewasa. Nah ini kita perlu juga mengawasi tontonan anak-anak kita di televisi,” tandas Wabup KSB.

Dalam kegiatan sosialisasi KPID NTB ini, turut juga diisi dengan diskusi publik. Berbagai pertanyaan dilontarkan para peserta, terutama seputar tugas dan kewenangan KPI dan KPID,  serta tata cara pelaporan masyarakat atas isi siaran yang menyalahi aturan dan tata krama. (kjon)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 40
    Kearifan Lokal Mesti Dijaga dan DilestarikanTaliwang, KOBAR - Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin SH M.Si, saat menghadiri  Pawai Budaya Festival Taliwang dalam rangka memperingati  Hari Lahir (Harla) ke - 14 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), memuji langkah pemerintah setempat yang telah berupaya keras dalam mengembangkan aksesibilitas, atraksi dan amenities produk wisata di daerah. Apalagi dalam pelaksanaan…
  • 39
    Ketua KNPI KSB: Dukung Kyai Zul Bukan Sekedar Bangga, Tapi Karena PrestasiTaliwang – Ragam sikap dan tanggapan beberapa kalangan di NTB atas rencana Kyai Zul untuk maju pada Pilgub NTB 2013 membuat Genderang perpolitikan di NTB sudah mulai terdengar. Para ahli ilmu politik dan segenap politisi seperti dibangunkan dari tidur panjang untuk memberi respons. Aneka pemikiran pun bermunculan. Sejumlah partai politikpun…
  • 38
    Pulau Panjang, Kawasan Suaka Alam di Selat AlasSumbawa, KOBAR - Mungkin banyak orang yang telah akrab dengan nama Pulau Panjang, karena sering disebut oleh BMKG sebagai episentrum gempa di Pulau Sumbawa. Tapi tidak banyak orang yang tahu jika pulau kecil yang terletak di Selat Alas ini adalah Kawasan Suaka Alam di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa…
  • 36
    2014, Hutan KSB AmanTaliwang, KOBAR - Perambahan hutan lindung atau kawasan hutan yang dilindungi seperti yang terjadi di beberapa daerah, tidak terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada tahun 2014, jika dipersentasekan dari luas kawasan hutan, maka yang rusak akibat ulah para pelaku illegal logging tidak mencapai 0,01 persen. Pada penghujung tahun ini, ada…
  • 36
    5 Ekor Kambing Penumpang Bus Malam Ditahan Polsek Pelabuhan Poto TanoPoto Tano, KOBARKSB.com - Petugas posko penyekatan hewan ternak di Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, dilaporkan telah berhasil menggagalkan penyelundupan 5 ekor kambing melalui bus malam asal Sumbawa tujuan Lombok. “Kemarin petugas berhasil menemukan Bus Andika dengan Nopol EA 7506 EZ yang memuat hewan ternak jenis kambing sebanyak 5 ekor,…
  • 36
    Pilgub NTB Sepi Peminat? 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu BahasaMataram, KOBARKSB.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengumumkan bahwa tiga bakal pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB telah memenuhi syarat administrasi dan siap melaju ke Pemilihan Serentak 2024. Namun, di balik kabar gembira ini, terbersit tanda tanya besar, mengapa antusiasme publik terhadap…
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB

12 Desember 2024 - 13:34

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB - Prakiraan Cuaca Nusa Tenggara Barat, Kamis 12 Desember 2024

Pilgub NTB: Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar

27 November 2024 - 19:46

Pilgub NTB Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar - Pengumuman KPU NTB

Pilgub NTB Sepi Peminat? 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa

20 September 2024 - 14:24

Pilgub NTB Sepi Peminat 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa - Kandidat Pilkada NTB

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN

4 September 2024 - 11:50

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN - Pahala Nainggolan

BMKG: Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

22 Agustus 2024 - 21:45

BMKG Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia - Gempa Sumbawa Barat

Pilkada NTB 2024: Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu

10 Agustus 2024 - 16:53

Pilkada NTB 2024 Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu - Mars Ansori Wijaya - Sekretaris KPU NTB
Trending di KOTA MATARAM