Menu

Mode Gelap

BUZZ · 30 Mei 2023

Bupati KSB: Pertambangan Punya Andil Besar Untuk Pengangguran dan Kemiskinan


Bupati KSB: Pertambangan Punya Andil Besar Untuk Pengangguran dan Kemiskinan Perbesar

Taliwang, KOBARKSB.com – Menurut Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, bahwa dengan keberadaan industri pertambangan, sektor ini sangat berperan besar terhadap angka pengangguran dan kemiskinan di daerah.

“Terkait dengan pengangguran, bahwa KSB sebagai daerah tambang terdapat banyak sekali pendatang. Dan dampak dari mutasi penduduk, banyak berimbas pada peningkatan kemiskinan,” kata Musyafirin, pada Kuliah Umum di Kampus IPDN NTB, Lombok Tengah, Senin, (29/5).

Sehingga di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang memiliki motto Pariri Lema Bariri atau berarti menata agar lebih baik, pihaknya telah membuat sebuah program yang diberi nama Kartu Pariri dan Kartu Bariri. Program ini, jelasnya, bertujuan untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di KSB.

“Melalui motto tersebut, lahirlah program yang diberi nama Kartu Pariri dan Kartu Bariri. Kartu Pariri berfungsi memberikan pelayanan sosial. Sementara Kartu Bariri berfungsi memberikan pemberdayaan,” ujar Bupati.

Salah satu program Kartu Pariri, terang Musyafirin, adalah Pariri Kesehatan. Dengan Pariri Kesehatan, pihaknya telah tuntas memberikan pelayanan kesehatan yang biayanya ditanggung Pemerintah Daerah. Sehingga dengan program tersebut, ungkap Bupati, telah membuat KSB menjadi Kabupaten pertama di NTB yang tuntas pelayanan kesehatan. 

“Kartu Pariri lainnya yaitu Pariri Pendidikan dan Pariri Lansia. Melalui program Kartu Pariri, Pemerintah menjadikannya sebagai instrumen dalam penanganan program FM 3,32 atau Fakir Miskin 3,32%. Angka tersebut merupakan persentase kemiskinan ekstrim yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat yang terdiri dari 1.478 Kepala Keluarga,” beber Musyafirin.

Sedangkan terkait dengan program Kartu Bariri yang menjalankan fungsi pemberdayaan, Bupati menyampaikan, bahwa program Kartu Bariri terdiri dari Bariri Nelayan, Bariri UMKM, dan Bariri Ternak. 

“Pemerintah Daerah memberdayakan masyarakat berupa peralatan, tetapi masyarakat yang terkena bantuan diwajibkan untuk menabung. Prinsipnya, mereka menabung untuk dirinya sendiri. Dan sekarang di KSB ada 228 Posyandu yang tersebar di seluruh Kecamatan. Posyandu ini menjalankan fungsinya sebagai fasilitator, pemberdayaan, pengaduan masyarakat dan tempat diskusi warga,” tutup H W Musyafirin. (*/kdon)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

Artikel ini telah dibaca 379 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Meningkatkan Kesadaran Orang Tua: Aksi Damai dalam Memilih Tontonan Bermutu untuk Anak

18 Desember 2024 - 08:38

Aksi damai di Jalan Sudirman

Pemilu Kepala Daerah: Menyambut Demokrasi yang Menyatukan dan Damai

17 Desember 2024 - 09:10

Pemilihan Kepala Daerah (Foto: unsplash.com)

Memperkuat Pertahanan Negara dengan Pembelian Pesawat Jet Canggih untuk Keamanan Perbatasan

17 Desember 2024 - 08:34

Pameran jet tempur di Korea

Bitcoin: Dari Sejarah hingga Potensi Masa Depan dalam Dunia Keuangan

17 Desember 2024 - 08:16

Mata uang digital (Foto: unsplash.com)

AMMAN Perkuat Komunikasi Publik Jelang Operasional Smelter di Sumbawa Barat

12 Desember 2024 - 21:10

AMMAN Perkuat Komunikasi Publik Jelang Operasional Smelter di Sumbawa Barat - Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications AMMAN

Dongkrak Pariwisata Sumbawa Barat, AMMAN Gandeng tiket.com dan Komunitas Lokal

12 Desember 2024 - 17:58

Dongkrak Pariwisata Sumbawa Barat, AMMAN Gandeng tiket.com dan Komunitas Lokal - Pelatihan Memperkuat Pariwisata KSB Melalui Digitalisasi dan Kolaborasi
Trending di PARIWISATA