Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 24 Okt 2015

BNPB Beri Rp 202 Juta Untuk Droping Air Bersih di KSB


BNPB Beri Rp 202 Juta Untuk Droping Air Bersih di KSB Perbesar

Taliwang, KOBAR – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendapat bantuan sebesar Rp 202 juta dari Dana Siap Pakai (DSP) milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana itu dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Beberapa lokasi yang kesulitan air bersih sudah mendapatkan droping dengan menggunakan mobil tangki.

Droping itu sendiri bukan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB, tetapi langsung oleh BPBD Provinsi selaku penanggung jawab program. “Kami hanya melakukan pendataan tentang lokasi yang membutuhkan droping air bersih, termasuk melakukan pengawasan dan pengawalan, agar saat dilakukan droping tidak sampai masyarakat berebutan, yang akan memunculkan konflik atau perselisihan di tengah masyarakat itu sendiri,” ucap kepala pelaksana (Kalak) BPBD KSB, Drs Tahlib Abdullah, kepada media ini kemarin.

Disampaikan Aby, sapaan akrabnya, droping air bersih itu sendiri akan berlangsung selama 45 hari atau akan berakhir pada 15 November mendatang dengan jumlah 675 tangki. Jumlah itu diyakini cukup, jika dalam waktu dekat hujan sudah mulai mengguyur daerah ini. “Kalau tidak ada hujan, maka harus dipikirkan lagi keberlanjutan dalam melakukan pendistribusian air bersih,” tuturnya.

Daerah yang menjadi tujuan adalah, kecamatan Poto Tano, dengan rincian, Desa Tano sebanyak empat tangki, Desa Tambak Sari sebanyak tiga tangki dan Dusun Sepakek hanya satu tangki. Sementara untuk kecamatan Seteluk, Desa Air Suning disiapkan dua tangki, sedangkan Desa Meraran dan Desa Lamusung mendapat masing-masing satu tangki, kemudian Desa Batu Putih kecamatan Taliwang mendapat jatah dua tangki.

Disinggung soal persiapan penambahan kouta air bersih, Aby enggan berkomentar banyak, karena dalam Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) milik BPBD KSB, tidak tertuang dana yang diperuntukkan untuk melakukan pendistribusian air bersih. “Nanti kita bahas apa metode atau konsep yang akan dilakukan, jika kouta yang ada saat ini belum mengakhiri kesulitan air bersih pada beberapa lokasi itu,” jelasnya.

Aby tidak membantah jika saat ini, dirinya masih mendapat laporan dari beberapa Desa, dimana juga meminta agar diperhatikan atau didroping air bersih, namun jumlah anggaran yang dimiliki tidak bisa memenuhi permintaan itu. “Kami sekarang sedang berupaya untuk mendapat tambahan anggaran, sehingga saya belum bisa memberikan kepastian bahwa permintaan dari masyarakat itu dapat direspon,” tandasnya. (kimt)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 52
    BPBD Berencana Pasang Pipa Jaringan Ke MantarTaliwang, KOBAR - Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Desa Mantar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berencana memasang pipa jaringan, namun untuk melaksanakan hasrat itu membutuhkan biaya tidak sedikit, karena sumber air yang akan diambil terlalu jauh dari lokasi pemukiman. “Tidak ada upaya yang bisa dilaksanakan BPBD dalam memenuhi…
  • 49
    Pemerintah Harus Serius Antisipasi KekeringanTaliwang, KOBAR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diminta untuk lebih serius dalam mengantisipasi dampak kekeringan yang sudah mulai dirasakan saat ini, terutama yang akan dirasakan oleh masyarakat petani, baik yang sudah menanam maupun yang akan menanam. Tekhnis langkah yang dilakukan harus melalui kajian dan analisa lingkungan, karena berbeda penanganan kasus…
  • 49
    Kekeringan, 150 Hektar Lahan Pertanian Tidak DigarapPoto Tano, KOBAR - Ratusan hektar areal pertanian masyarakat di Desa Tebo kecamatan Poto Tano saat ini masih dibiarkan terlantar, lantaran kesulitan untuk mendapat air, sementara sumur bor yang dibangun pemerintah saat ini tidak berfungsi dengan baik. “Sawah di sini hanya bisa diolah sekali setahun. Karena seluruhnya merupakan tadah hujan. Bahkan…
  • 45
    Kekeringan Mulai Landa KSBTaliwang, KOBAR - Kekeringan sudah mulai melanda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terutama di wilayah kecamatan Poto Tano. Akibatnya, masyarakat mengalami gagal panen jagung dan kesulitan mendapatkan air bersih. Informasi awal yang diterima media ini, akibat tidak ada air dan lahan kering, apalagi daerah itu masuk kategori tadah hujan, ada sekitar 174…
  • 45
    Poto Tano Jadi Perhatian Pembangunan Tahun 2015Taliwang, KOBAR - Ada sejumlah program pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di kecamatan Poto Tano dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 mendatang, bahkan Bappeda sudah diminta untuk melakukan kajiannya. Bupati KSB, Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM mengakui jika ada beberapa program yag…
  • 45
    Soal Kekeringan, Komisi II akan Panggil SKPD TekhnisTaliwang, KOBAR - Kekeringan yang sudah mulai melanda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi perhatian serius komisi II DPRD KSB, bahkan pada hari pertama kerja setelah ditetapkan komposisi langsung menggelar rapat internal, termasuk membahas langkah yang harus dilakukan dalam mengantisipasi kekeringan. Ketua komisi II, Aheruddin Sidik SE, ME yang dikonfirmasi mengaku, kondisi…
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB

12 Desember 2024 - 13:34

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB - Prakiraan Cuaca Nusa Tenggara Barat, Kamis 12 Desember 2024

Pilgub NTB: Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar

27 November 2024 - 19:46

Pilgub NTB Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar - Pengumuman KPU NTB

Pilgub NTB Sepi Peminat? 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa

20 September 2024 - 14:24

Pilgub NTB Sepi Peminat 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa - Kandidat Pilkada NTB

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN

4 September 2024 - 11:50

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN - Pahala Nainggolan

BMKG: Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

22 Agustus 2024 - 21:45

BMKG Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia - Gempa Sumbawa Barat

Pilkada NTB 2024: Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu

10 Agustus 2024 - 16:53

Pilkada NTB 2024 Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu - Mars Ansori Wijaya - Sekretaris KPU NTB
Trending di KOTA MATARAM