Menu

Mode Gelap

SUMBAWA BARAT · 28 Agu 2019

Pelayanan RSUD Asy-Syifa’ Dinilai Masih Setengah Hati


Pelayanan RSUD Asy-Syifa’ Dinilai Masih Setengah Hati Perbesar

“Administrasi Lebih Utama Daripada Keselamatan Pasien”

Taliwang, KOBAR – Salah satu keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kepada media ini, mengeluh dan mengaku sakit hati terhadap pelayanan rumah sakit daerah itu. Pasalnya, penanganan pasien selama di rumah sakit itu, hingga kemudian dirujuk ke rumah sakit di Mataram dianggap lamban, dan petugas medis yang melayani mereka terkesan ogah-ogahan dalam menangani pasien, hingga akhirnya anaknya meninggal dunia.

“Sakit hati saya melihat pelayanan rumah sakit. Saya melihat mereka lebih memprioritaskan proses administrasi dari pada penanganan terhadap anak kami,” geram Sastro, orang tua pasien, kepada media ini melalui telpon seluler, pekan kemarin.

Menurut Sastro, hal semacam itu harus segera dievaluasi oleh pihak RSUD ketika merujuk pasiennya ke rumah sakit lain. Karena pelayanan dan penanganan kepada pasien harus diprioritaskan, tidak hanya sekedar mengedepankan administrasi saja. Tetapi proses pengawasan terhadap pasien itu juga harus dilakukan. Apakah sudah ditangani dan dilayani dengan maksimal sesuai Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang berlaku di Rumah Sakit tujuan atau tidak.

Ia juga menambahkan, pihak RSUD dalam merujuk pasien harus segera mengevaluasi SOP yang sudah ada. Agar tidak  terulang lagi kejadian yang serupa terhadap pasien lainnya, karena  penanganan pasien rujukan harus sangat diprioritaskan.

“Kejadian yang menimpa keluarga kami harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Baik RSUD Asy-Syifa’ maupun Rumah Sakit tempat kami dirujuk. Bahwa pasien wajib mendapat pelayanan yang maksimal,” pesannya.

Berkaitan dengan mekanisme rujukan sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (MENKES) Nomor 01 Tahun 2012. Tentang sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan yang diatur pada pasal 5 tentang sistem rujukan diwajibkan bagi pasien yang merupakan peserta jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan sosial dan pemberi pelayanan kesehatan. Dan peserta asuransi kesehatan komersial mengikuti aturan yang berlaku sesuai dengan ketentuan dalam polis asuransi dengan tetap mengikuti pelayanan kesehatan yang berjenjang.

Dikonfirmasi media ini, Direktur RSUD Asy-Syifa’, dr Carlof Sitompul, menjelaskan, ketika melakukan rujukan kepada pasien, tentu akan dilakukan sesuai SOP yang berlaku, seperti, membangun komunikasi dulu dengan Rumah Sakit tujuan, bahwa pasien yang ada di RSUD Asy-Syifa’ KSB akan melakukan rujukan ke Rumah Sakit Tujuan. Setelah sampai di Rumah Sakit tujuan terjadi proses serah terima pasien dari petugas RSUD Asy-Syifa’ dengan Rumah Sakit tujuan. Dan sepenuhnya pasien akan menjadi tanggung jawab dari Rumah Sakit tempat rujukan. Kemudian begitu selesai pengobatan di rumah sakit tujuan, mereka tentu akan memberikan resume medis atau rujukan balik kepada RSUD Asy- Syifa’, apakah pasien itu akan dirawat lagi atau tidak.

“Apabila ada rujukan balik, maka Rumah Sakit tujuan akan berkomunikasi secara tertulis kepada kita. Bahwa pasien ini telah dirawat seperti ini, Sudah dikasih obat ini, Selanjutnya bisa dilakukan pengobatan lanjutan di tempat asal. Tentu saja pasien akan kembali lagi ke kita dan menjadi tanggung jawab kita lagi,” tutup Carlof. (kras)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 65
    Direktur Masih ‘Digantung’, Pelayanan RSUD TergangguHatta: Harus Segera Definitif! Taliwang, KOBAR - Jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), hingga saat ini masih ‘digantung’. Pasca ditinggal dr. Hj. Dwidia Mertasari, kedudukan tersebut hanya dijabat oleh seorang pelaksana tugas (Plt). Hal itu dikatakan anggota Komisi I DPRD Sumbawa Barat, Muhammad Hatta, hingga mendesak…
  • 62
    RSUD Asy-Syifa’ KSB Dapat Nilai 90,5 Untuk Pelayanan JKN-KIS"Hasil Walk Through Audit BPJS Kesehatan" Taliwang, KOBAR - Untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional, Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, melakukan survei Walk Through Audit (WTA) setiap tahun, kepada peserta JKN-KIS yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Survei dilakukan dengan metode wawancara menggunakan…
  • 60
    RSUD Asy-Syifa' Jalankan Program PONEK Selama 24 JamTaliwang, KOBAR - Dalam rangka mendukung program prioritas nasional, yaitu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta meningkatkan angka kesehatan ibu dan bayi. Maka dari itu, Rumah Sakit Umum Daerah Asy Syifa (RSUD Asy Syifa),  Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), melaksanakan program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), selama 24 jam…
  • 59
    RSUD Asy-Syifa' KSB Terus Berinovasi, Kini Hadir Layanan Pendaftaran Online 24 JamTaliwang, KOBARKSB.com - RSUD Asy-Syifa' Sumbawa Barat meluncurkan layanan pendaftaran online 24 jam melalui aplikasi WhatsApp dan website rumah sakit. Layanan ini bertujuan untuk memudahkan pasien dalam mengakses layanan kesehatan dan mengurangi antrian di rumah sakit. "Dengan layanan ini, pasien dapat mendaftar ke poliklinik rawat jalan kapan saja dan di…
  • 56
    Kejar Akreditasi Perdana, Segenap Personil RSUD Asy-Syifa’ Kompak BergerakDirektur: IJS adalah Modal Utama Taliwang, KOBAR - Manejemen beserta segenap personil Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ Sumbawa Barat terus meningkatkan kinerjanya terutama dalam mengejar predikat akreditasi perdana. Hal tersebut dibuktikan dengan telah terbentuknya tim akreditasi. Direktur RSUD Asy-Syifa’, dr Carlof Sitompul, mengatakan, meraih predikat akreditasi bukan hal yang mudah.…
  • 55
    Pelayanan RSUD dan BPJS “Setali Tiga Uang”Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten  Sumbawa Barat (KSB) ternyata belum optimal menjalankan fungsinya sebagai pelayan kesehatan masyarakat yang baik. Banyak pasien rujukan mengeluh akibat tidak profesionalnya tim medis maupun pendamping RSUD, yang terkesan lepas tangan dalam menyelesaikan proses administrasi pasien…
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

AMMAN Perkuat Komunikasi Publik Jelang Operasional Smelter di Sumbawa Barat

12 Desember 2024 - 21:10

AMMAN Perkuat Komunikasi Publik Jelang Operasional Smelter di Sumbawa Barat - Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications AMMAN

Dongkrak Pariwisata Sumbawa Barat, AMMAN Gandeng tiket.com dan Komunitas Lokal

12 Desember 2024 - 17:58

Dongkrak Pariwisata Sumbawa Barat, AMMAN Gandeng tiket.com dan Komunitas Lokal - Pelatihan Memperkuat Pariwisata KSB Melalui Digitalisasi dan Kolaborasi

16.730 Warga KSB Golput, Partisipasi Pilkada Kalah Jauh dari Pemilu

12 Desember 2024 - 17:19

16.730 Warga KSB Golput, Partisipasi Pilkada Kalah Jauh dari Pemilu - TPS Bupati Sumbawa Barat

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB

12 Desember 2024 - 13:34

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB - Prakiraan Cuaca Nusa Tenggara Barat, Kamis 12 Desember 2024

Revisi RDTR Kota Taliwang Diajukan ke Kementerian ATR/BPN

10 Desember 2024 - 19:23

Revisi RDTR Kota Taliwang Diajukan ke Kementerian ATRBPN - Taliwang Sumbawa Barat

KPK Imbau Masyarakat untuk Tidak Menyuap: Pelayanan Publik Sudah Mantap

5 Desember 2024 - 12:56

KPK Imbau Masyarakat untuk Tidak Menyuap Pelayanan Publik Sudah Mantap - Iklan Layanan Masyarakat Sumbawa Barat
Trending di IKLAN LAYANAN MASYARAKAT