Sumbawa, KOBAR – Terkait Dinamika Politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumbawa, Pengamat Hukum Universitas Samawa (UNSA) Dr. Lahmuddin Zuhri mengatakan, bahwa politik adalah seni dan cara pempengaruhi orang, termasuk kekuasaan adalah intrumentnya. Hanya saja, perdebatan elit sebaiknya di kerucutkan kepada persoalan yang dibutuhkan rakyat, dan bukan kepentingan kelompok.
“Kita ketahui bersama bahwa politik itu adalah seni. Dan cara mempengaruhi orang dan termasuk kekuasaan adalah instrumennya. Tapi, politik kekuasaan seharusnya berbicara soal masa depan rakyat, bukan yang remeh temeh, “ungkap Lahmuddin yang juga Dekan FH UNSA, saat dikonfirmasi media ini melalui telepon seluler, Senin (21/01) sore.
Menurutnya, bahwa percaturan politik Sumbawa ada dua hal yang menentukan yaitu, organisasi politik/partai politik dan tokoh politik/politis.
“Sehingga warna-warni kesejukan dan kesantunan dalam berpolitik sangat ditentukan oleh keduanya, yakni organisasi politik dan tokoh politik, “tegasnya.
Lanjutnya, konflik politik yang terjadi antara petahana dengan partainya seperti apa yang terlihat hari ini, hanya miskomunikasi antara tokoh politik dengan partai. Ini adalah hal yang biasa dalam dinamika politik terutama dinamika politik di Daerah menjelang pilkada.
Hanya saja, menurutnya, elit politik diminta tidak mencampur baurkan perdebatan soal konflik internal partai di ruang publik, apalagi mempersalahkan partai lain. Publik butuh kontestasi yang berkualitas, bukan hanya berdebat soal dapur partai. Masyarakat tidak butuh itu.
“Tetapi yang terpenting adalah bagaimana menyatukan ritme kepentikan organisasi dengan kepentingan politisi (pribadi), atau sebaliknya memadukan ritme kepentingan politisi (pribadi) dengan kepentingan organisasi,” tandasnya.
Lahmuddin menerangkan, bahwa dinamika harus ada dalam politik ini. Ini bertujuan untuk konsilidasi dan solidaritas organisasi. Bahkan konflik harus diciptakan untuk menimbulkan dan menciptakan konsentrasi atau konsulidasi. Tapi, kata dia, hendaknya menyangkut hal yang lebih substansi. Misalnya, bagaimana bertarung konsep dan literasi soal masa depan Sumbawa lima tahun kedepan.
“Dari konflik ini akan terlihat mana loyalis sejati mana yang sekendar menjadi ikutan/penumpang gelap dalam politik,” timpalnya.
Sambungnya, konflik tokoh politisi dengan partai (organisasi) secara teori akan terjadi jika kepentingan tokoh tidak terakomosi dalam kepentingan organisasi.
“Begitu juga sebaliknya, jika ada anggota, kader atau politisi yang tidak mampu melaksanakan garis dan program organisasi ini juga akan memicu konflik dalam politik,” terangnya.
Masih menurut Lahmuddin, disinilah dibutukan kejelihan dan ketangkasan dari tokoh politisi untuk melihat dan memanfaatkan dinamika politik yang ada, dan dapat memadukan antara kepentingan pribadi, kepentikan organisasi dan kepantingan masyararakat. Intinya, kepentingan masyarakat yang utama.
“Semoga dinamika dan konflik politik yang ada adalah untuk kepentingan tau dan tana samawa,” harapnya. (kdon)
About The Author
Trending di KOBARKSB.com
- 46
Taliwang, KOBAR - Nominal dana bantuan Partai Politik (Parpol) yang setiap tahun dianggarkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada APBD terbilang cukup besar. Meski begitu, sejumlah partai politik yang memiliki kursi di DPRD terpantau masih sangat minim melakukan kegiatan pendidikan politik (Dikpol) di masyarakat. "Sejauh ini kebanyakan masyarakat hanya tahu kegiatan Parpol… - 44
Bantuan keuangan dari pemerintah kepada Partai Politik (Parpol) harus dilaporkan secara transparan. Soalnya, meski pencairannya rutin dilakukan setiap tahun, dana yang diberikan harus tetap dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, mengingat uang yang diberikan adalah uang negara. Pengunaannya pun tentu harus sesuai dengan amanat Undang-undang, yakni untuk pendidikan politik di masyarakat. Jika penggunaannya… - 43
“PBB Siap Petik Bintang” Taliwang, KOBAR - Lika-liku perjuangan pengurus, kader, dan simpatisan Partai Bulan Bintang (PBB), akhirnya berbuah manis, dengan berhasil lolos PBB menjadi peserta Pemilu 2019. Semua pihak mengakui, bahwa hasil tersebut tak lepas dari tangan dingin Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum PBB, yang tak kenal lelah memperjuangkan partainya… - 39
"Masyarakat Yang Terlibat PETI Balik Nantang" Taliwang, KOBAR - Beberapa waktu lalu, sosialisasi penutupan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), gencar dilakukan oleh Pemerintah Daerah setempat. Kegiatan tersebut melibatkan semua pihak, yang terkait dengan PETI. Kendati demikian, berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah,… - 38
Hari penentuan tentang siapa saja yang akan duduk di 25 kursi empuk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk 5 tahun kedepan tinggal 5 hari lagi. Kesempatan berkampanye yang telah diberikan kepada para calon legislatif (Caleg) dan Partai Politik (Parpol) selama 8 bulan akan dibuktikan hasilnya… - 36
Taliwang, KOBAR - Sejak 1 Januari 2015 pemerintah telah dua kali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar. Tapi anehnya, walau harga BBM bersubsidi turun, harga kebutuhan pokok di pasar tana mira Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum terlihat akan turun, malahan melonjak. Sejumlah ibu rumah tangga yang berbelanja di pasar induk Tana Mira…
Komentar