Seteluk, KOBAR – Setelah sekian lama tak terawat dan kumuh, akhirnya komplek cagar budaya Makam Datu Seran, di Desa Seran, Kecamatan Seteluk, dipugar menjadi suatu kawasan agrowisata. Pekerjaan renovasi dan pemugaran dilaksanakan oleh Pemerintah Desa setempat. Dan hari ini, Rabu, (9/9), komplek cagar budaya dengan wajah baru, diresmikan oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM.
Pada kesempatan itu, Bupati meminta kepada Kepala Desa Seran dan masyarakat setempat, untuk tetap dan terus merawat situs sejarah peninggalan Kerajaan Seran tersebut. Meski kini di sekitar makam, kata Bupati, telah disulap menjadi kawasan agrowisata, akan tetapi keasrian dan keaslian makam mesti harus dijaga dan dilindungi.
“Apa yang telah dilakukan Kades Seran, bersama Bumdes dan masyarakat Desa ini, saya sangat mengapresiasinya. Ini aset! Selain ada cagar budaya makam Datu Seran untuk wisata rohani, komplek ini sekarang telah dikembangkan menjadi kawasan agrowisata,” ucap Bupati.
Agrowisata, jelas Bupati, merupakan perpaduan antara pertanian atau perkebunan dengan pariwisata, yang dikombinasikan menjadi destinasi yang menarik bagi masyarakat. Adapun tujuan dari agrowisata ini, lanjutnya, agar orang-orang dapat belajar tentang cara berkebun, menikmati buah segar hasil petikan sendiri yang langsung dari pohonnya, atau sekedar berjalan-jalan menghirup udara segar dan menikmati pemandangan kebun.
“Agrowisata saat ini sedang tren. Dan Pak Kades mampu membaca peluang itu. Agrowisata bukan hanya untuk dinikmati estetikanya saja, tapi bagaimana kita bisa mengambil dan menjual hasilnya juga. Oleh sebab itu, maka komoditas yang ditanam harus komoditas yang sedang diminati oleh pasar saat ini. Mentah, maupun hasil dari olahannya,” jelas HW Musyafirin.
Bupati berpesan, dengan adanya kawasan agrowisata ini, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat, serta menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat perkotaan, untuk mempelajari ilmu bertani dan berkebun di Desa Seran.
“Agrowisata sendiri menjadi sebuah peluang usaha Desa. Karena hal ini merupakan cara baru yang bisa dilakukan oleh petani untuk mendapatkan untung, selain dari menjual hasil tani atau kebun mereka. Diharapkan dengan adanya kawasan agrowisata ini, pendapatan Desa Seran bisa meningkat,” tutup Bupati KSB. (kdon)
About The Author
Trending di KOBARKSB.com
- 58
Taliwang, KOBARKSB.com - Kendati sempat diwarnai protes oleh beberapa peserta terhadap panitia Berampok Piala Bupati Sumbawa Barat Tahun 2021. Akhirnya event tinju bebas ala adat Sumbawa, yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Magaparang, Taliwang, Sumbawa Barat, Sabtu, (4/12), berakhir damai dan aman. Dan pada event Berampok Piala Bupati KSB kali… - 57
Kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun ke Sumbawa Barat terus meningkat, khususnya ke gugusan pulau Gili Balu, Poto Tano. Tapi sayang tidak dibarengi dengan regulasi yang kuat. Wisatawan hanya datang dengan gratis serta leluasa menikmati pesona alam yang ada. Padahal, pariwisata adalah sebuah industri dan investasi zaman modern yang tentunya memberikan… - 57
"Termasuk SMPN 1 Maluk" Taliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dikabarkan akan segera melakukan tukar menukar beberapa aset milik Daerah yang ada di kawasan tambang Batu Hijau dengan pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT). "Kami sudah membentuk tim untuk melakukan kajian terhadap lahan Pemda KSB yang ada… - 57
Sekongkang, KOBARKSB.com - Jika selama ini banyak orang yang tahu bahwa Sumbawa Barat kaya akan panorama alamnya. Tapi sedikit orang yang tahu bahwa di Sumbawa Barat ada sebuah cagar alam yang dilindungi negara. Adalah Pedauh, hutan dataran rendah, dengan berbagai jenis flora yang mewakili berbagai tipe vegetasi, yang telah lama… - 55
Ketua FKWKT: Pers Bukan Partai Politik Taliwang, KOBARKSB.com – Di tengah hiruk pikuk pemberitaan media massa jelang perayaan hari lahir Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Ke-16, Wakil Bupati, Fud Syaifuddin ST, menggelar silaturrahmi dengan insan pers, di gedung Graha Fitrah, Senin (18/11). Pada kesempatan itu Wabup mengajak para insan pers untuk… - 55
“Hanya Tersedia 2 Pintu” Taliwang, KOBAR - Terhitung mulai Jum’at, (17/4), hingga batas waktu yang belum ditentukan, Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, menegaskan, bahwa akses keluar masuk wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dibatasi, guna mencegah penyebaran covid-19 di bumi pariri lema bariri. Hanya ada 2 pintu…


Komentar