Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 24 Okt 2014

BPBD KSB Usulkan Penetapan Tanggap Darurat Kekeringan


BPBD KSB Usulkan Penetapan Tanggap Darurat Kekeringan Perbesar

Taliwang, KOBAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mengusulkan permohonan kepada Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk ditetapkan tanggap darurat kekeringan. Penetapan itu menjadi dasar untuk bisa menangani dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.

Kepala pelaksana BPBD KSB, Drs Thalib Abdullah yang ditemui media ini dalam ruang kerjanya senin 20/10 kemarin mengaku, penetapan tanggap darurat merupakan salah satu cara untuk bisa terlalu jauh melakukan intervensi dalam mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan air bersih di musim kering saat ini. “Kami sedang merampungkan draf keputusan Bupati tentang penetapan tanggap darurat kekeringan,” ucap Thalib.

Diingatkan Thalib, penetapan tanggap darurat tidak serta merta bisa dilakukan saat ditemukan ada persoalan musim, tetapi harus dilakukan intervensi atau penanganan terlebih dahulu. Jika penanganan sudah dilakukan dan potensi dari bencana itu masih terjadi, baru ada proses penetapan tanggap darurat.

“Penanganan terhadap kekeringan sudah kami laksanakan sejak 20 September lalu atau sudah sebulan dilakukan droping air bersih di daerah yang dinyatakan kesulitan air dengan menggunakan Dasa Siap Pakai (DSP), namun kekeringan atau jumlah kawasan yang membutuhkan droping air bukan berkurang, tetapi makin meluas, sehingga perlu dilakukan penanganan lebih lanjut dengan sebelumnya dilakukan penetapan tanggap darurat terlebih dahulu,” lanjut Thalib.

Masih keterangan Thalib, untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kekeringan, BPBD sudah melakukan droping air bersih bukan hanya menggunakan anggaran atau DSP, tetapi juga mendapat dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014, namun dana yang ada itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pada kesempatan itu Thalib membeberkan, jika selama ini yang mengalami kekeringan seputar wilayah kecamatan Poto Tano, dan beberapa daerah pesisir di kecamatan Taliwang, namun saat ini justru sudah lebih banyak di kecamatan Seteluk dan bahkan ada beberapa desa di kecamatan Brang Ene juga harus terlayani air bersih. “Wilayah Brang Ene yang kita kenal melimpah air saja harus kami droping air bersih, karena wilayah itu saat ini mengalami kekeringan,” akunya.

Daerah mana saja yang harus dilayani droping air bersih saat ini selain beberapa daerah yang sudah menjadi langganan kekeringan. Wilayah Seteluk mencakupi desa Lamusung, Desa Tapir, desa Klanir termasuk desa Meraran, sementara wilayah Brang Ene meliputi desa Mura dan Desa Kalimantong.

Pada kesempatan itu Thalib juga meminta pengertian kepada masyarakat terkait dengan pelayanan, karena kawasan yang harus dilayani makin meluas, maka tata cara pendistribusian harus diatur. Harapannya, masyarakat tidak terlalu memaksa harus menjadi prioritas, karena seluruh kawasan yang membutuhkan air bersih tetap akan dilayani. “Kami tetap melayani daerah yang mengalami kesulitan air bersih, namun ada mekanisme dan sistem pendistribusian, mengingat fasilitas pendukung yang dimiliki juga sangat terbatas,” beber Thalib.

Sementara direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) KSB, Bambang ST pada kesempatan itu mengaku terus membantu BPBD dalam pendistribusian air dengan menggunakan mobil yang dimiliki. “Kami terus membantu melakukan droping air sesuai arahan yang disampaikan BPBD, karena BPBD yang memiliki data daerah yang perlu mendapat penanganan dengan cara pendistribusian air bersih,” tandas Bambang. (kimt)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 49
    Kekeringan Mulai Landa KSBTaliwang, KOBAR - Kekeringan sudah mulai melanda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terutama di wilayah kecamatan Poto Tano. Akibatnya, masyarakat mengalami gagal panen jagung dan kesulitan mendapatkan air bersih. Informasi awal yang diterima media ini, akibat tidak ada air dan lahan kering, apalagi daerah itu masuk kategori tadah hujan, ada sekitar 174…
  • 42
    Pemerintah Harus Serius Antisipasi KekeringanTaliwang, KOBAR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diminta untuk lebih serius dalam mengantisipasi dampak kekeringan yang sudah mulai dirasakan saat ini, terutama yang akan dirasakan oleh masyarakat petani, baik yang sudah menanam maupun yang akan menanam. Tekhnis langkah yang dilakukan harus melalui kajian dan analisa lingkungan, karena berbeda penanganan kasus…
  • 41
    Soal Kekeringan, Komisi II akan Panggil SKPD TekhnisTaliwang, KOBAR - Kekeringan yang sudah mulai melanda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi perhatian serius komisi II DPRD KSB, bahkan pada hari pertama kerja setelah ditetapkan komposisi langsung menggelar rapat internal, termasuk membahas langkah yang harus dilakukan dalam mengantisipasi kekeringan. Ketua komisi II, Aheruddin Sidik SE, ME yang dikonfirmasi mengaku, kondisi…
  • 41
    BPBD Berencana Pasang Pipa Jaringan Ke MantarTaliwang, KOBAR - Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Desa Mantar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berencana memasang pipa jaringan, namun untuk melaksanakan hasrat itu membutuhkan biaya tidak sedikit, karena sumber air yang akan diambil terlalu jauh dari lokasi pemukiman. “Tidak ada upaya yang bisa dilaksanakan BPBD dalam memenuhi…
  • 40
    Pemerintah Anggarkan Rp 1 Miliar Untuk Tata Mantar dan LeboTaliwang, KOBAR - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) telah mendapatkan jatah anggaran di APBD KSB 2015, sebesar Rp 1 miliar untuk penataan Desa Mantar dan Lebo Taliwang. Kepala Disparekraf Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H Taufiqurrahman SIP MM, kepada media ini rabu 10/12 kemarin mengatakan, uang yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja…
  • 39
    BNPB Beri Rp 202 Juta Untuk Droping Air Bersih di KSBTaliwang, KOBAR - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendapat bantuan sebesar Rp 202 juta dari Dana Siap Pakai (DSP) milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana itu dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Beberapa lokasi yang kesulitan air bersih sudah mendapatkan droping dengan menggunakan mobil tangki. Droping itu sendiri bukan…
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Pewarta

Baca Lainnya

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB

12 Desember 2024 - 13:34

Waspada! Hujan dan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB - Prakiraan Cuaca Nusa Tenggara Barat, Kamis 12 Desember 2024

Pilgub NTB: Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar

27 November 2024 - 19:46

Pilgub NTB Dana Kampanye Pasangan 3 Tertinggi, Capai Rp 7,1 Miliar - Pengumuman KPU NTB

Pilgub NTB Sepi Peminat? 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa

20 September 2024 - 14:24

Pilgub NTB Sepi Peminat 3 Bakal Paslon Lolos Verifikasi, Publik Diam Seribu Bahasa - Kandidat Pilkada NTB

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN

4 September 2024 - 11:50

KPK Ingatkan Bakal Cakada Wajib Lapor LHKPN - Pahala Nainggolan

BMKG: Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

22 Agustus 2024 - 21:45

BMKG Gempa NTB-Bali Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia - Gempa Sumbawa Barat

Pilkada NTB 2024: Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu

10 Agustus 2024 - 16:53

Pilkada NTB 2024 Suara Generasi Z dan Milenial Jadi Penentu - Mars Ansori Wijaya - Sekretaris KPU NTB
Trending di KOTA MATARAM